Home » , , , , » STOP PEMBOROSAN BIAYA MEROKOK!

STOP PEMBOROSAN BIAYA MEROKOK!

Written By Unknown on Sabtu, 17 September 2016 | 16.39

Banyak teman yang bertanya mengapa saya  mau repot2 mbukak Omah Tingwe, jualan tembakau rokok, sementara sudah punya usaha Rumah Tiup yang sudah lancar berjalan. Mula2 saya hanya tersenyum saja tidak menjawab, karena sungguh saya juga tidak tahu harus menjawab gimana. Saya sekedar menuruti kata hati bahwa usaha ini rasanya baik dan bermanfaat.

Dan hari2 belakangan ini saya merenung-renung mencari jawaban benarkah usaha Omah Tingwe itu nyata baik dan bermanfaat. Pagi ini saya sempatkan menulis kesimpulannya.

-          - Peran utama Omah Tingwe adalah berusaha membuka mata teman2 perokok (sejumlah lebih dari 100 juta oran) bahwa selain beli rokok buatan pabrik, sesungguhnya ada cara merokok yang tidak boros alias hemat dan bisa serta gampang dibuat sendiri alias dlinting dewe (tingwe) dengan hasil yang tak kalah dengan rokok mahal pabrikan itu, kretek bisa, filter bisa.

-          - Hemat merokok saya pandang cukup penting, dan hal ini perlu dikabarkan juga mengingat masih banyak kebutuhan lain yang lebih penting daripada cuma ngrokok  dan yang memerlukan biaya.

-          - Mendorong teman2 perokok untuk “STOP PEMBOROSAN BIAYA MEROKOK” dengan cara berhenti membeli rokok mahal dan menggantinya dengan Tingwe yang super hemat, dan hasil penghematannya  agar langsung ditabung.

-         - Berhemat dan menabung..., bisakah perokok melakukan? Menurut saya, teman2 perokok sangat berpotensi untuk bisa melakukannya karena bukankah selama ini mereka bisa mengusahakan dan memiliki dana cukup untuk membeli rokok kemasan  yang mahal itu?

-         -  Berapa penghematan yang bisa ditabung?  Ini gambarannya. Dengan merokok Tingwe, harga yang dikeluarkan hanya sekitar 20 % dari harga rokok kemasan saat ini. Artinya, sebesar 80 % adalah penghematan.

-          - Hitungannya, misal harga rokok kemasan Rp 1.000 per batang, dengan Tingwe harga hanya sebesar Rp 200 per batang. Selisihnya sebesar Rp 800 perbatang merupakan hasil penghematannya. Kalau sehari merokok 25 batang maka hematnya sebesar 25 batang X Rp 800 = Rp 20.000
-          Bayangkan, menabung Rp 20.000 per hari, akan jadi sebanyak apa tabungan itu dalam 100 hari? Dua juta! Kalau 1000 hari? Tabungan akan sebesar Rp 20 juta. Ini adalah jumlah tabungan untuk satu orang perokok. Kalau dalam 1 keluarga ada 3 orang perokok? Kalau sebanyak2 nya perokok mau berhemat dan lalu menabung?

- Upaya ini akan berhasil kalau dilakukan berkabar secara “tular menular”, tidak hanya antar perokok tapi baik juga kalau bisa dikabarkan oleh setiap anggota keluarga perokok atau bahkan oleh setiap orang.

Berhenti merokok memang susah, namun hemat merokok dan menabung..., semoga bisa.

DILARANG BOROS MEROKOK, MENABUNG BANG BING BUNG SEKARANG JUGA.


Saya sendiri mempraktekkan. Di sebelah meja saya ada tempat nabung berbentuk ayam terbuat dari keramik. Setiap hari tak lupa saya memberinya makan berupa..., uang Rp 50.000 Ya, itu adalah uang yang tadinya saya pakai untuk beli rokok 3 bungkus per hari. Sekarang bahkan saya merokok..., gratis!
Mau...?
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar