Home » , , » TINGWE - KRETEK FILTER.

TINGWE - KRETEK FILTER.

Written By Omah Tingwe on Senin, 19 September 2016 | 12.53

H. Jamhari memberikan sumbangsih penting pada cara mengonsumsi tembakau secara lebih praktis.  Dia juga berhasil memberikan nilai tambah pada tembakau, berupa peningkatan cita rasa dan khasiat tembakau yang dipadu dengan racikan cengkehnya. Bahkan temuan H. Jamhari ini pada akhirnya memberi inspirasi pada industri kretek di Indonesia hingga saat ini.

Sejarah juga mencatat, Nitisemito dan Kota Kudus adalah cikal-bakal dari industri kretek modern.  Nitisemito adalah orang pertama yang memberi merk pada kretek buatannya dan menjualnya secara bebas. Pada tahun 1908, Nitisemito mendaftarkan “NV Bal Tiga Nitisemito” sebagai perusahaan produsen kretek secara resmi pada pemerintah Hindia Belanda. Dengan desain dan kemasan produk yang menarik, dalam sekejap, kretek cap “Bal Tiga” mampu merajai pasar rokok di Indonesia.
Jatuhnya bursa saham New York pada 1929 dan diobralnya belasan juta saham di Wall Streeet, menandai zaman baru kehancuran ekonomi dunia.  Masa itu disebut dengan depresi ekonomi. Imbasnya ternyata juga terasa sampai ke Hindia Belanda (Indonesia). Pendapatan pemerintah Hindia Belanda menurun tajam, sebab depresi ekonomi yang terjadi secara global telah memiskinkan ratusan juta orang di berbagai belahan dunia yang berakibat pada menurunnya daya beli dan mengganggu perdagangan luar negeri.  Guna menutupi berkurangnya pendapatan tersebut, maka pemerintah Hindia Belanda untuk pertama kali memungut pajak atas semua hasil tembakau produksi pabrik. Pemerintah Hindia Belanda mengutip pajak 20 persen atas produk komoditi ini. Pabrik pengolah tembakau selanjutnya diwajibkan membeli bandrol pajak untuk dilekatkan pada produknya.
Kebijakan ini menyebabkan kenaikan pada harga jual kretek. Akibatnya, masyarakat tidak sanggup membelinya dan kembali pada tradisi linting sendiri (tingwe)
Pemerintah sekarang lalu tinggal meneruskan kebijakan pemerintah Hindia Belanda itu dalam memungut bandrol pajak atas produk tembakau
Selanjutnya pada 1974, pemerintah mulai  mengizinkan penggunaan mesin pembuat rokok pada industri kretek. Tidak berselang lama berdirilah perusahaan kretek dengan mesin modern seperti: Djarum pada 1976, Gudang Garam pada 1978, dan Sampoerna pada 1984. Ketiga perusahaan tersebut menyusul Bentoel yang telah eksis dengan mesin dan pabrik modern sejak 1968. Sejak waktu itulah publik mulai mengenal kretek yang menggunakan filter.
Dan kini, kita mengenal yang namanya rokok TINGWE – Kretek Filter, yakni rokok yang dilinting sendiri dengan menggunakan tembakau yang sudah diracik bersama cengkeh serta memakai filter. Meskipun dilinting dewe namun cita rasa dan bentuknya tidak kalah dengan rokok kretek filter kemasan pabrikan.

Ya, itulah produk yang ingin dikenalkan oleh Omah Tingwe kepada publik, yakni Tingwe-Kretek Filter, sebagai upaya bagi perokok untuk “menurunkan harga rokok” atau dengan kata lain untuk menghemat biaya merokok.
Begitu kira2...
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar