Home » » SUKA ROKOK KRETEK…, MENGAPA?

SUKA ROKOK KRETEK…, MENGAPA?

Written By Unknown on Minggu, 17 Desember 2017 | 10.37

SUKA ROKOK KRETEK…, MENGAPA?

Rokok kretek terdiri dari campuran tembakau serta bunga cengkih kering dalam perbandingan tertentu. Hasil analisa terhadap rokok kretek menunjukkan penemuan lima zat kimia yang tidak terdapat pada asap rokok biasa. Bahan kimia tersebut adalah eugenol, acetyl eugenol, B-caryophyllene, x-humulene dan caryophllene epoksida.

Bunga cengkih mengandung 15% minyak di mana 82-87% dari kandungan minyak tersebut ialah eugenol. Rata-rata kandungan eugenol bagi sebatang kretek sebanyak 13 mg dan ditaksir sekitar 7 mg akan tersedot ketika kita merokok. Eugenol memberi kesan toksik kepada sistem saraf pusat. Pecandu kretek di kalangan remaja dilaporkan mendapat kesan khayal ringan apabila menghisap rokok kretek. Menyedot asap kretek "dalam-dalam' akan meningkatkan kepekatan asap dan ini ada hubungannya dengan kadar tinggi eugenol yang diserap yang akan memberikan kesan khayal tersebut. Kepekatan nikotin yang tinggi juga memberi kesan khayal serupa.

Sementara itu, nikotin yang dikandung oleh daun tembakau menyebabkan ketagihan. Itulah sebabnya perokok ingin terus menghisap tembakau secara rutin karena ketagihan nikotin. Ketagihan ditandai dengan keinginan yang kuat untuk selalu mencari dan menggunakan. Ditemukan fakta bahwa nikotin mengaktifkan jaringan otak yang menimbulkan perasaan senang, tenang dan rileks. Sebuah bahan kimia otak termasuk dalam perantara keinginan untuk terus mengkonsumsi, yakni neurotransmiter dopamine, dalam penelitian menunjukkan bahwa nikotin meningkatkan kadar dopamine tersebut. Efek akut dari nikotin dalam beberapa menit menyebabkan perokok melanjutkan dosis secara frekuentif per harinya sebagai usaha mempertahankan efek kesenangan yang timbul.

Biasanya perokok menghisap minimal 10 hisapan dalam sebatang rokok setiap satu periode lima menit. Karena seorang penggebis merokok sekitar 30 batang setiap hari berarti memasukkan lebih kurang 300 hisapan nikotin ke otak setiap harinya. Faktor inilah yang menunjang ketagihan terhadap nikotin. Nikotin itu sendiri dalam metabolisme sesungguhnya dapat menghilang dari tubuh dalam beberapa jam.


Gitu kira-kira...
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar