Home » » TEMBAKAU…, RIWAYATMU DULU.

TEMBAKAU…, RIWAYATMU DULU.

Written By Omah Tingwe on Minggu, 17 Desember 2017 | 10.40

Sudah sekian puluh tahun kita merokok. Kita merokok begitu saja tanpa pernah bertanya mengapa kita merokok. Yang kita tahu ngrokok itu enak, dah gitu aja. Banyak dari kita ini bener2 kagak ngeh, kagak ngerti apa sih sebenarnya rokok, bagaimana sejarahnya, dsb. Nah, berikut ini sekelumit kisah tentangnya.

TEMBAKAU…, RIWAYATMU DULU.

Indian seperti dalam cerita Winnetou, terkenal suka bermain asap. Asap itu tidak hanya dimainkan, dibentuk bundar, ataupun dibentuk beraneka model  sebagai bahasa isyarat, tapi juga ada asap yang disedot dan dihisap. Itulah asap daun tembakau.

Diduga daun tembakau pertama kali digunakan oleh orang Indian dan dipakai dalam acara ramah tamah, dengan cara disulut dan dirokok bergantian menggunakan pipa panjang. Asap dari daun tembakau yang terbakar itu disedot dan dihembus-hembuskan hingga memenuhi ruangan tenda non AC mereka. Dan lihatlah, mereka nampak senang dan saling unjuk gigi alias saling tertawa hepi.

Aktivitas para Indian yang sedang hepi itu dilihat serta diamati oleh Christopher Columbus ketika mendarat dan mampir ke perkampungan mereka di Pulau Watling, Amerika Tengah pada 12 Oktober 1492 silam. Sepulang dari sana Columbus membawa serta biji tanaman tembakau itu ke negaranya Spanyol. Biji tembakau itu dibagikan kepada teman-temannya, sebagai oleh-oleh, untuk ditanam menghias taman.

Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum) berupa herba semusim yang berdiri tegak dan bisa setinggi 2,5 meteran kalau dia dibiarkan tumbuh liar di tanah yang subur. Daunnya nan hijau dan besar-besar berbentuk bulat telur itulah yang mengandung nicotin dan tar.

Selain sebagai tanaman hias, kala itu, tembakau juga memiliki reputasi sebagai tanaman obat. Dan kisah tembakau yang dimanfaatkan oleh orang Indian sebagai obat telah menarik minat beberapa ahli untuk menelitinya lebih jauh. Diantaranya Jean Nicot de Villemain, duta besar Perancis di Portugal yang tertarik dan kemudian memperkenalkan khasiat daun tembakau itu ke kalangan pejabat Prancis pada tahun 1556.

Daun tembakau dipercaya manjur untuk meredakan sakit kepala yang nyut-nyut serta sakit gigi yang snut-snut. Tembakau itu ada yang diracik dijadikan bentuk serbuk dan dihirup lewat hidung, dan ada pula yang sekedar dikulum alias disusur. Tembakau sebagai obat segera populer di Prancis, Portugal, Spanyol dan Inggris. Di Virginia tanaman tembakau mulai dibudidayakan tahun 1612 oleh John Rolfe.

Sementara itu yang namanya rokok sigaret sudah dikenal tapi belum ngetop, hingga awal tahun 1800. Julukan sigaret itu sendiri berasal dari kata “si’kar” dalam bahasa Indian suku Maya, yang artinya…, merokok. Rokok sigaret baru populer setelah James Buchanan menemukan alat pelinting rokok semi otomatis pada akhir tahun 1880. Sejak penemuan alat linting itu, soal linting-melinting rokok, soal membuat rokok, menjadi urusan gampang, mudah dan cepat. Maka pabrik2 rokokpun bermunculan, orang2 pun menjadi gemar merokok.

Seiring dengan maraknya kebiasaan merokok pada awal abad ke 20 di Amerika dan Eropa, artikel-artikel yang menyangkut bahaya rokok, banyak berterbitan. Masyarakat perokok sedikit terpengaruh dan mulai mengerem konsumsi rokok, hingga kemudian muncul produk yang dipromosikan sebagai rokok aman yaitu rokok berfilter sekitar tahun 1954. Publik merespon munculnya rokok filter itu secara positif, artinya merekapun merokok lagi, lagi dan lagi. Khan aman, udah pakai filter…

Memasuki tahun millennium, konsumsi rokok tingkat dunia mencapai jumlah trilyunan batang. Rekor dipegang oleh China yang mengkonsumsi sekitar 1.6 trilyun batang rokok. Kemudian Amerika mencapai 415 milyar batang rokok. Jepang 327 milyar. Russia 257 milyar. German 140 milyar. India 100 milyar. Brazil 97 milyar batang per tahun. Indonesia..., coba tebak berapa batang?

Gitu kira-kira...
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar